Jumat, 17 Maret 2017

ORANG YANG BERAKAL ADALAH ORANG YANG BERAMAL UNTUK AKHIRAT

Mas Tom

Syeikh Sulaiman Fifi :
” Orang yang Berakal adalah Orang yang Beramal untuk Akhirat “

Dunia memang sedang bermasalah dengan moralitas. Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi dibangga-banggakan, sementara ilmu agama ditinggalkan, umat manusia mengalami kemerosotan moral sekaligus peradaban. Agar selamat dunia dan akhirat, umat Islam harus meningkatkan ketaqwaannya kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’aala.

Ketaqwaan merupakan ro’sul hikmah (puncak hikmah), dengan taqwa seseorang akan beruntung di dunia dan akhirat.

Masalah ketaqwaan inilah yang menjadi pokok pembicaraan dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh Syeikh Sulaiman Fifi seorang dosen Ma’had Haram yang berkunjung ke Pondok Pesantren Walibarokah LDII Kediri.

“Taqwa adalah al khouf minalloh, mengamalkan perintah Alloh, ridho terhadap qodar Alloh dan mempersiapkan diri untuk menghadap kepada Alloh”, kata Syeikh Sulaiman dalam khutbahnya yang disampaikan di masjid Jabal Nur PAC LDII Kumbokarno Wonosalam Jombang.

Kemudian dalam uraiannya, Syeikh Sulaiman menyebutkan bahwa yang dimaksud al Khouf minalloh adalah at tauhid, kemudian praktek amalan yang paling tinggi setelah tauhid adalah mengerjakan solat lima waktu, selanjutnya adalah zakat, puasa romadlon serta haji ke baitulloh bagi yang sudah mampu.

Nerimo terhadap rizqi dari Alloh atau qona’ah adalah termasuk bagian dari ridho terhadap qodar dari Alloh. Sedangkan yang terakhir dari perincian taqwa sebagaimana disampaikan oleh Syeikh Sulaiman adalah mempersiapkan diri untuk menghadap kepada Alloh di hari qiyamat dengan cara bagaimana seseorang bisa menghiasi diri dalam hidupnya ini dengan amal-amal yang baik sehingga bisa khusnul khotimah dan tidak melumuri diri dengan amal-amal yang jelek selama hidupnya sehingga menjadi hidup yang suu’ul khotimah na’uudzu billaahi min dzaalik. (gB)

5 SYARAT KERUKUNAN

Mas Tom

Para ulama LDII merumuskan dalam 5 syarat kerukunan, yaitu :

1.  Menerampilkan bicara yang baik dan benar, pahit madu, enak didengar, sopan santun, tata krama, unggah ungguh, papan-empan-adepan yaitu menyesuaikan tempat & situasi dimana kita bicara (papan), sesuatu/isi yang kita bicarakan (empan) dan siapa lawan bicara kita (adepan). 

2. Supaya mempunyai watak yang jujur, amanah, bisa percaya dan bisa dipercayai.

3. Supaya banyak shobar, wani ngalah, keporo ngalah, rebutan ngalah.

4. Tidak saling merusak, baik merusak dirinya, harta bendanya, hak asasinya maupun kehormatannya.

5. Saling memperhatikan dan saling menjaga perasaan. Termasuk agar terwujud kerukunan dan kekompakan adalah mempraktekkan selalu husnudzon billah dan menghilangkan rasa suudzon, dendam, sakit hati, dengki, penghinaan, meremehkan, menjatuhkan, menjerumuskan dan lain-lain.

InsyaAllah bila kita praktekkan maka kerukunan dan kekompakan sebagai satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Kita bisa mewujudkan ukhuwah basyariah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah Islamiyah.

Kamis, 16 Maret 2017

CARA MENGHAFAL ALQURAN

Mas Tom

CARA MENGHAFAL ALQURAN

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

DALIL KEUTAMAAN MENGHAFAL QURAN

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِيْنَ مِنَ النَّاسِ قَالُوْا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ..؟ قَالَ هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ *
رواه سنن إبن ماجة ج ۱ رقم الحديث ۲۱۵ حكم الألباني صحيح

Artinya : Dari Anas bin Malik berkata : Nabi bersabda : Sesungguhnya Allah mempunyai Keluarga di bumi dari golongan manusia, Para Shohabat bertanya… Nabi siapakah mereka..? Nabi SAW menawab : Mereka adalah penghafal Qur’an dan Keluarganya Allah serta Allah Juga mengkhususkan mereka. {HR. Sunan Ibnu Majah Juz 1 No. Hadist 215 Hukum Al-bani Shohih}

عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَاْلحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ *
رواه سنن الترمذي ج ۵ رقم الحديث ۲۹۱۰ حكم الألباني صحيح

Artinya : Abdulloh bin mas’ud berkata : Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang membaca satu huruf Al-qur’an, Maka dia mendapat satu kebagusan dan di lipatkan menjadi sepuluh kali, Aku (Nabi) tidak berkata الم satu huruf tapi ا satu huruf, ل satu huruf dan م satu huruf. {HR. Sunan At Tirmidzi Juz 5 No. Hadist 2910 Hukum Al-bani Shohih}

عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَ أَتَيْتُ صَفْوَانَ بْنَ عَسَّالٍ الْمُرَادِيَّ فَقَالَ مَا جَاءَ بِكَ؟ قُلْتُ أُنْبِطُ الْعِلْمَ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ خَارِجٍ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ إِلاَّ وَضَعَتْ لَهُ الْمَلَائِكَةُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا بِمَا يَصْنَعُ *
رواه سنن إبن ماجة ج ۱ رقم الحديث ۲۲٦ حكم الألباني صحيح

Artinya : Nabi bersabda : Tidak ada orang yang keluar dari rumah untuk mencari ilmu kecuali Malaikat meletakkan sayapnya pada orang tersebut karena senang dengan perbuatan orang tersebut. {HR. Sunan Ibnu Majah Juz 1 No. Hadist 226 Hukum Al-bani Shohih}

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ وَمَاحِلٌ مُصَدِّقٌ مَنْ جَعَلَهُ أَمَامَهُ قادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَهُ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ * رواه الطبراني ج ۱۰ رقم الحديث ۱۰٤٥٠

Artinya : Abdulloh bin mas’ud berkata : Nabi SAW bersabda : Al-Qur’an itu bisa mensyafa’ati dan di terima Syafa’atnya dan Pelapor yang di benarkan laporannya, Barang siapa yang menjadikan Qur’an di depannya, Maka akan di arahkan ke surga, Sebaliknya barang siapa yang menjadikan Qur’an di belakangnya, Maka dia akan di lempar kedalam neraka. {HR. At Thobroni Juz 10 No. Hadist 10450}

BEBERAPA CARA MENGHAFAL QUR’AN
1. Ikhlas (Memurnikan Niat).
2. Taqwa kepada Allah.
3. Berakhlak Karimah (Akhlak ahli quran).
4. Mempersungguh berdo’a.
5. Bersedia meluangkan waktu untuk Al-Quran.
6. Sedikit yang kontiyu (Terus menerus) lebih baik dari pada banyak tapi putus.
7. Jangan tergesah gesah dalam menghafal Al-Quran.
8. Jangan berfikir gagal / tidak sukses dalam menghafal Al-Quran.
9. Supaya Optimis jangan pesimis.
10.Pertimbangkanlah kira-kira hal apa yang dapat memudahkan atau membantu kita menghafal Al-Quran. a. 11. Memanfaatkan indera pendengaran dengan cara sering mendengarkan bacaan Al-Quran. b. Memanfaatkan indera penglihatan dengan cara sering melihat muskhaf Al-Quran. c. Memanfaatkan indera peraba dengan cara meraba kitab Al-Qur’an (Kitab Khusus untuk tuna netra)
12. Mangkul atau talqi qiroat Al-Quran kepada ahlinya atau khafid.
13. Memulai menghafal dari surat-surat pendek atau yang sudah di hafal.
14. Membuat jadwal harian dan membatasi jumlah yang di khafalkan sesuai dengan kemampuan dan dapat kontiyu di laksanakan.
15. Memilih waktu dan tempat yang tepat dan dapat konsentrasi dalam menghafal, seperti waktu sahur atau pagi atau sebelum tidur.
16. Memilih salah satu teori menghafal, di antaranya : a. Dengan mengulang-ulang langsung satu hafalan. b. Dengan mengulang-ulang langsung ayat demi ayat. c. Dengan menulis.
17. Membaca dengan benar di waktu menghafal baik harokat, tajwidnya, dan makhrojul hurufnya.
18. Jangan menambah hafalan baru sampai batas hafalan harian yang di tentukan betul-betul hafal sempurna (yaqin tidak ada kesalahan atau keraguan).
19. Menyimakkan hasil hafalan kepada hafid yang lain.
20. Berusaha membaca hasil hafalan sepanjang hari baik dalam sholat wajib, sholat sunnah, dan terutama sholat malam serta keadaan bekerja jika memungkinkan.
21. Mengikat atau menggabungkan hasil hafalan baru dengan yang lama.

MENGAJI SAMBIL CAMPING

Mas Tom

SAMBIL BERMAIN DAN REKREASI

Memberikan pemahaman agama Islam yang benar pada anak-anak tidak hanya dilakukan di dalam masjid atau mushalla, namun bisa dilaksanakan di ruang terbuka, sambil berekreasi dan bermain. Even ini biasanya merupakan program liburan sekolah yang tidak hanya asyik namun juga mengandung unsur edukasi.

Dalam forum ini anak-anak diajari “real life skill”, ketrampilan hidup yang nyata seperti; saling mengenal dan berkomunikasi sesama jamaah dari berbagai kelompok lain, bisa mengenal para ulama, para mubaligh dan mubalighot serta pengurus LDII lainnya.

Dengan penayangan film, anak-anak diajar untuk bisa hormat dan bersukur kepada kedua orang tua, para mubaligh dan para ulama’. Melalui berbagai macam lomba, anak-anak dilatih untuk memiliki tabiat rukun, kompak dan kerjasama antar jamaah. Dengan bermain dan jalan-jalan di alam terbuka diharapkan anak-anak bisa mengagumi dan mensyukuri ciptaan Allah dan timbul sifat mencintai alam.

Acara ini sebagai selingan untuk meningkatkan motivasi belajar para anak didik sekaligus menghilangkan suasana belajar yang kaku, membosankan dan terpaksa.

MENGAPA HARUS MENIKAH

Mas Tom

Mengapa Harus Menikah

Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi kita semua untuk menikah. Aamiin...

1. Sebagai pelaksanaan dari ketentuan

Alloh dan Sunnah Rosul untuk saling bisa menetapi hak dan kewajiban.

Firman Allah “Menikahlah kalian apa yg baik untuk kalian dari perempuan dua, tiga atau empat. Jika kalian kawatir untuk tidak bisa adil maka cukuplah satu atau apa yang dimiliki tangan kananmu (budak). Demikian itu lebih mudah untuk berbuat adil” (QS An Nisa’ ayat )

Menikah itu sunnahku, barang siapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka bukan golonganku, dan menikahlah kalian sesungguhnya aku adalah orang yg memperbanyak umat, barang siapa yang punya kemampuan maka menikahlah dan barang siapa yang tidak punya kemampuan maka berpuasalah sesungguhnya puasa sebagai perisai (benteng penjagaan) ( HR. Ibnu Majah )

2. Melengkapi / menyempurnakan agamanya

Ketika salah satu dari kalian menikah maka syetan akan berteriak dan berkata : Celaka… anak Adam telah menjaga 2/3 agamanya. ( HR Abu Ya’la dan Ad dailamy )

3. Menjaga kehormatan diri

”Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HR. Bukhori).

4. Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia.

”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR Sunan An Nasa’i).
Hidup berkeluarga merupakan ladang untuk meraih pahala dan Ridho Alloh.

Rasulullah saw bersabda” nikahi wanita dengan 4 perkara (syarat) yaitu karena hartanya, keturunannya,  cantiknya, dan karena agamanya. Dan apabila tidak, pilihlah karena punya agamanya (kethoatannya terhadap Perintah Allah, dan kethoatannya terhadap menjahui laranganNya). (HR.Ibnu Majah: 1858).

Ketahuilah kita semua berhak memilih pasangannya yang terbaik untuknya, mau Bidan, mau guru, mau pegawai bank, mau pegawai swasta dll..karena itu bagian dari ikhtiar masing-maisng, begitu juga Anda semua yakinlah pasti berusaha juga cari pasangan yang terbaik, kalau boleh memilih, wanita-wanita tidaklah mau dinikahi oleh tukang becak atau pemulung dengan catatan kecuali jodoh / qodarullah.

Sabda nabi saw “jangan menikahi wanita karena baiknya (cantiknya), maka kecantikan bisa menjadi penyebab kerusakan (banyak yang naksir, menggodanya), dan jangan menikahi karena hartanya maka barang siapa menikahi karena sebab hartanya bisa jadi melacutkan (sombong, laki2 tsb tidak dianggapnya). Dan akan tetapi menikahlah pada wanita atas dasar “agamanya”.

Wanita budak kulitnya hitam, hidungnya gruwung (pesek) yang memiliki kepahaman agama itu lebih afdol (utama) dari pada yang lain. (HR.Ibnu Majah:1859:dhoif)Smoga dgn tulisan ini bisa memacu kita untuk segera beristri, jodoh itu Allah yang ngatur (mengqodar) manusia hanyalah berikhtiar

YANG KAYA PUN PUNYA COBAAN

Mas Tom

SABAR HADAPI COBAAN

Manusia hidup di dunia penuh dengan “ ujian dan masalah” .., dan manusia dikehendaki untuk mengatasi masalah-masalah tsb, bukan lari darinya; Yang tua, yang muda, yang jomblo, yang berumah-tangga, yang kaya, yang miskin yang berkuasa, yang rakyat jelata, atau apapun status dan keadaannya, “masalah” senantiasa ada di hadapannya.

Suatu anugerah yang luar biasa dariNya bahwa hingga saat ini kita masih mampu bertahan (hidup) untuk menghadapi masalah-masalah tsb, Ketahuilah bahwa orang-orang yang tidak taat agamapun meski “hidup bebas” juga tidak pernah luput dari “masalah”, namun perbedaan adalah bahwa usaha orang yang beriman dalam mengatasi masalah yang dihadapi disertai dengang kesabaran, ketawakalan akan menjadi simpanan pahala yang besar di sisi Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala mereka dengan tanpa hisaban”. (QS. Az-Zumar : 10)

Jika kalian terluka maka (ketahuilah bahwa) mereka juga terluka sebagaimana kalian, akan tetapi kalian mempunyai harapan dari Allah pada apa (surga) yang mereka tidak bisa mengharapkannya. (QS. Ali Imran : 104)

Oleh karenanya  jangan pernah berputus asa menghadapi “masalah” seberat apapun, mengadulah kepada Allah yang tidak pernah bosan mendengar aduan kita, curhatlah kepadaNya yang senantiasa menyediakan waktu untuk mendengarkan curhat kita, mengeluhlah kepadaNya yang tidak pernah muak untuk mendengarkan keluh-kesah kita, mintalah tolong kepadaNya yang tidak pernah pelit untuk memberikan pertolonganNya kepada kita. Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sertailah dengan thoat beribadah, berperilaku yang baik dan do’a agar semua masalah bisa kita lalui dengan mendapat kemudahan..

Selanjutnya…..,
Bersiap sedialah untuk panen/memetik : pertolongan, kemenangan dan SURGA Pasti !. Barokallahu lakum..

5 NASEHAT KEMATIAN

Mas Tom

"Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu
kematian!" (HR. Tirmidzi)

Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian.
Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak
pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar
tak lari menyimpang.

Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu
banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang
mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

1. Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga
Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa
berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa
lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana
tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.

Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang
menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik
pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan
itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, "Telah dekat kepada manusia hari
menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian
lagi berpaling (daripadanya)."

Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata.
Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, "Ya Allah, mundurkan ajalku
sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar
ketinggalan." Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan,
kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.

Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44, "Dan berikanlah
peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang
azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: 'Ya Tuhan kami,
beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami
akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.."

2. Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa
Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka
kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang
telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan 'habis', usai sudah
permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.

Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras
akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan. Hingga kapan pun.
Padahal, sandiwara sudah berakhir.

Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat
selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya.
Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang
menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya
akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang
sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.

Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan
menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naif
kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua
berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.

3. Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa
Islam menggariskan bahwa tak ada satu benda pun yang boleh
ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau
miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur
bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.

Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa.
Cuma tubuh kecil yang telanjang.

Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita
meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta
dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan
pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.

Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika
peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan
seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan,
bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan
pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.

4. Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara
Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah
khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia
ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan
antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga
yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar.
Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama
kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian
berakhir.

5. Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga
Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar
bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman.
Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam
tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia
tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

"Ad-Dun-ya mazra'atul lil akhirah." (Dunia adalah ladang buat akhirat)

Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya
untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu
yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang
menghargai arti kehidupan.

ALANGKAH MULIA DAN BERHARGANYA IBU RUMAH TANGGA

Mas Tom

Alangkah Mulia dan Berharganya Ibu Rumah Tangga

Usai menunaikan shalat magrib berjamaah dan berzikir di masjid samping kontrakannya, mubaleg yang aktif itu tampak merenung cukup lama. Ia tampak kelelahan setelah seharian bekerja di rumahnya karena ’ditinggal’ istrinya yang mengikuti kegiatan pengajian Ibu-ibu dari pagi hingga siang hari. Sebagai mubaleg, tentu ia bukannya tidak paham betapa beratnya beban seorang istri sekaligus ibu rumah tangga. Namun, dengan menjalani sendiri seluruh pekerjaan rumah tangga hari itu, mulai dari memasak air, menyapu rumah dan halaman, mencuci piring/gelas dan pakaian, memasak dan menyediakan makan bagi anak-anaknya, memandikan mereka, mengantar mereka ke sekolah sekaligus mendampinginya (karena ada yang duduk di TK), mengasuh mereka sekaligus menenangkan mereka jika sesekali menangis dan rewel, melerai mereka saat mereka bertengkar dll, benar-benar pekerjaan yang amat menguras energi. Itu baru satu hari dan itu pun tidak sampai sehari penuh. Bagaimana kalau harus tiap hari ? Bisa-bisa stres! Karena itu, mubaleg itupun makin menyadari betapa tanpa kehadiran istri, mengurus rumah tangga dengan keempat anaknya yang masih kecil-kecil itu ternyata tak seenteng yang ia bayangkan.

Sejak itu ia pun mulai menyadari, betapa ia kadang egois. Sebagai suami dan kepala rumah tangga ia merasa yang paling capek karena mencari nafkah, mengajar, dan masih banyak kesibukan kesibukan launnya Ia merasa, dirinyalah yang paling sibuk sehingga sedikit saja istri kurang dalam hal pelayanan kepadanya, entah karena dianggap lamban, atau rumahnya sedikit berantakan, atau masakannya sedikit kurang enak, dll, ia gampang mengeluh, bahkan mencela.

Kini, di tengah-tengah perenungannya, ia pun amat menyesal. Tak terasa, air matanya menetes membasahi pipinya. Usai salat magrib itu, ia menyadari betapa ia sering berbuat tidak adil terhadap istrinya. Sejak itu, ia mulai bersikap sabar dan tak mengeluh lagi jika dalam pandangannya istrinya kurang dalam melayani dirinya atau mengurus rumah tangganya.

Seorang suami memang pantas untuk menghargai, menghormati, memuliakan dan menyayangi istrinya betapapun dalam pandangannya, istrinya itu banyak kekurangannya. Sebab, jika pun ukurannya dikembalikan pada standar materi, pekerjaan menjadi seorang istri/ibu rumah tangga sesungguhnya amat mahal.

Disisi waktu jelas sangat menyita banyak waktu dari pagi hingga pagi lagi tak henti-hentinya menyiapkan segala sesuatunya baik untuk anak-anak dan suaminya.

Dari sisi materi juga tak terhitung banyaknya, disebutkan di salah satu website bahwa setelah dilakukan survei kepada 18.000 ibu rumah tangga di Toronto, Kanada, mengenai daftar pekerjaan rumah tangga mereka sehari-hari (seperti memasak, membersihkan rumah, merawat anak, mengurus keluarga, dan sebagainya), sebuah perusahaan standar penggajian mendeskripsikan nilai, harga dan gaji yang pantas atas “pekerjaan” para ibu rumah tangga ini bila mereka digaji. Di Kanada, dari sekian banyak tugas dan pekerjaan domestik, seorang ibu rumah tangga jika digaji secara layak pendapatan perbulannya bisa mencapai $ 124.000. Jumlah itu setara dengan Rp 1.116.000.000,- (satu miliar seratus enam belas juta rupiah). Ini bila kurs $1= Rp 9.000,- saja.

Karena itu, “Sebuah kesalahpahaman yang sangat jamak jika pilihan seorang wanita untuk menjadi seorang ibu rumah tangga dianggap lebih mudah dan lebih ringan daripada menjadi seorang wanita karir,”.

Jika sebesar itu nilai “profesi” sebagai seorang ibu rumah tangga, maka secara berseloroh kita bisa mengatakan, betapa tidak cerdasnya seorang istri/ibu sampai rela mengorbankan urusan keluarga/ rumah tangganya hanya karena sibuk bekerja dengan gaji yang tentu tidak seberapa dibandingkan dengan nominal di atas. Lebih tidak cerdas lagi jika seorang suami menganggap rendah istrinya, tidak mau menghargai dan memuliakan istrinya, hanya karena ia banyak di rumah sekadar menjalani “profesi”nya sebagai ibu rumah tangga.

Itu dari sisi materi. Bagaimana jika dilihat dari kacamata Islam? Dalam pandangan Islam, seorang ibu rumah tangga bertanggung jawab penuh atas seluruh urusan keluarga/rumahtangganya karena posisinya sebagai umm[un] wa trabbah al-bayt (ibu sekaligus manajer rumah tangga). Ia jugalah yang bertanggung jawab atas perawatan dan pendidikan anak-anaknya. Seorang penyair Arab mengatakan, ”Al-Ummu Madrasah al-Ula, Idza A’dadtaha A’dadta Sya’ban Khayr al-‘Irq” (Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Jika engkau mempersiapkan ia dengan baik maka sama halnya dengan engkau mempersiapkan bangsa berakar kebaikan).

Lebih dari itu, betapa mulia dan terhormatnya kedudukan seorang istri/ibu rumah tangga tergambar dalam hadis dari Anas ra. : Kaum wanita pernah datang menghadap Rasulullah saw. Mereka bertanya, ”Ya Rasulullah, kaum pria telah pergi dengan keutamaan dan jihad di jalan Allah. Adakah amal perbuatan untuk kami yang dapat menyamai amal para mujahidin di jalan Allah ?” Rasulullah saw. menjawab, “Siapa saja di antara kalian berdiam diri di rumahnya (melayani suaminya, mendidik anak-anaknya dan mengurus rumah tangganya), sesungguhnya ia telah menyamai amal para mujahidin di jalan Allah.” (Al Hadits).

Karena itu, tak ada alasan bagi para suami, untuk tidak memuliakan dan menyayangi istrinya dengan setulus hati.

Semoga Allah paring manfaat dan barokah bagi kita semua.

"13 SIFAT SUAMI YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM KELUARGA"

Mas Tom


1. Ia senantiasa mengajak isterinya untuk menjadi wanita yang selalu beriman dan bertakwa kepada-
Nya.

2. Ia senantiasa berusaha menjadikan rumah sebagai surga bagi isteri dan anak-anaknya.

3. Ia senantiasa berusaha untuk bertanggungjawab atas segala kebutuhan nafkah isteri dan anaknya dengan rezeki yang halal.

4. Ia senantiasa membimbing isterinya menjadi seorang isteri yang selalu taat kepada suami.

5. Ia senantiasa bersikap ramah dan penyayang kepada isteri dan anak-anaknya.

6. Ia selalu menjaga cinta dan kasih sayangnya hanya kepada isterinya. Pantang baginya untuk mudah berpaling kepada wanita lain.

7. Ia senantiasa berusaha untuk menasehati isterinya di saat khilaf dan berbuat kesalahan. Dan tak segan-segan ia memaafkannya.

8. Ia senantiasa berusaha bersabar dalam menyikapi (misalnya) sifat buruk isterinya. Ia dengan telaten akan mengarahkannya untuk berubah menjadi lebih baik.

9. Ia senantiasa berusaha untuk lebih mengingat kebaikan isterinya dibanding dengan mengungkit-
ungkit keburukannya.

10. Ia senantiasa berusaha menyelesaikan setiap permasalahan rumah tangga dengan sebaik-
baiknya dan tak mudah menceritakannya kepada orang lain.

11. Ia senantiasa berusaha menjadi pemimpin yang baik dan bijak serta menjadi contoh yang baik bagi isteri dan anak-anaknya.

12. Ia selalu punya waktu untuk berkumpul santai bersama isteri dan anak-anaknya.

13. Dan ia tidak merasa berat hati untuk memberi maaf kepada isterinya jika berbuat khilaf, serta tidak merasa rendah diri untuk meminta maaf
kepada isterinya jika ia berbuat khilaf.

Semoga bagi yg sudah beristri bisa menjadi suami yg bertanggungjawab dan bagi yg masih berstatus calon suami bisa mempersiapkannya sedini mungkin.
Semoga Allah memberi manfaat dan barokah.Aamiin.

Rabu, 15 Maret 2017

7 INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA

Mas Tom


Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
"Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.

Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?"
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.

Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.

Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.

Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu' mungkin membaca doa `sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".

Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

MENYEMPURNAKAN IKHTIAR

Mas Tom

Menyempurnakan ikhtiar

Begitu banyak keinginan hidup ini. Sangking menggebunya, sehingga kadang tak putus doa kita panjatkan kepadaNya. Dan hati dan pikiran kita jadi berputar-putar di situ saja. Termasuk mulai meneliti bagaimana cara agar doa kita terkabul ...
Akibatnya, kita jadi sering lupa, bahwa kita tetap punya kewajiban sebagai hambaNya untuk meneruskan ibadah kita. Apalagi dengan permintaan kita itu, rasanya sudah sangat pantas untuk semakin menguatkan ibadah dan ikhtiar kita mendekatkan diri padaNya ...
Bukan itu saja, kita juga seharusnya menelusuri segala perbuatan kita di masa lalu. Dengan harapan membuka hati ini untuk bertaubat kepadaNya atas segala kesalahan kita. Menundukkan kepala serendah-rendahnya di hadapanNya ...
Kita manusia, tak luput akan berbagai keinginan. Saatnya untuk mengembalikan itu semua kepada tuntunanNya, memohon ampun dan taubat, serta terus menyempurnakan ikhtiar kita kepadaNya. Selebihnya ... biarlah Ia yang menentukan ... Ia Maha Tahu yang terbaik untuk kita ... amiiin ... tetep semangka eh semangat..

JUKUK GETUN ORA JUKUK GETUN

Mas Tom

Dunia tempat Beramal

Nun jauh di sebuah desa terpencil hiduplah sekelompok masyarakat yang mempunyai mata pencaharian bertani dan berdagang. Ketika itu hari pasar sedang berlangsung, desa tersebut ramai dikunjungi penduduk desa itu maupun dari desa lainnya. Diantara keramaian pasar ada tiga pemuda yang sedang menjajakan dagangannya, kayu bakar yang mereka bawa dari hutan. Mereka adalah Rohmat, Rosyid dan Romli.
Kegiatan sehari-hari ketiga pemuda itu mencari kayu-kayu bakar di hutan yang kemudian mereka jual ke pasar. Pekerjaan ini terus mereka lakukan tanpa pernah melirik pada perkejaan lain. Ketiga pemuda sebaya itu sangat akrab satu sama lain. Walaupun demikian ketiganya mempunyai perangai yang berbeda. Rohmat adalah pemuda yang sabar, tekun dalam beribadah dan suka bekerja keras. Setelah sholat shubuh di saat matahari belum terbit. Ia sudah pergi menjemput kedua temannya yang dijumpainya masih tertidur lelap untuk pergi ke hutan mencari kayu bakar. Rosyid kadang menjalankan sholat subuh kadang tidak. Romli si pemalas susah bangun pagi, kadang ia ditinggal saja oleh kedua temannya, karena katanya “Aku masih ngantuk, kalian duluan saja nanti aku menyusul”. Rohmat memperlihatkan rasa kasih sayang pada semua orang, ia sangat menyayangi saudara dan kedua orang tuannya. Ia juga menyayangi orang-orang di sekelilingnya. Ia akan segera membantu orang-orang yang perlu bantuannya. Temannya, Rosyid sikapnya biasa-biasa saja, ia tidak terlalu antusias dengan lingkungannya. Jika diajak oleh Rohmat untuk membantu masyarakat yang meminta bantuan, barulah ia pergi untuk membantu. Tapi Romli pemuda yang cuek, ia merasa tidak harus banyak membantu orang lain, karena menurutnya ia adalah orang miskin yang perlu bantuan orang lain juga. Terhadap keluarganya pun ia tidak punya perhatian. Ia lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Begitulah ketiga sahabat itu memang berbeda, walaupun begitu tetap saja mereka selalu bersama.
Sampai suatu ketika mereka sepakat untuk pergi ke hutan sebelah Barat, dengan harapan bisa mendapatkan kayu-kayu bakar yang lebih baik kualitasnya dan lebih banyak dari yang biasa mereka dapatkan. Seperti biasa setelah sholat subuh hari masih gelap Rohmat menjemput kedua temannya. Kemudian ketiga pemuda itu berangkat menuju hutan di sebelah barat. Menjelang siang hari sampailah mereka di suatu tempat yang banyak kayu-kayu bakarnya. Mereka mulai mengumpulkan kayu bakar dan mengikatnya. Ketika mereka sedang asyik mengumpulkan kayu bakar tiba-tiba hujan turun sangat deras, disertai dengan guntur dan petir saling bersahutan. Ketika pemuda itu sangat bingung dan takut, mereka berlarian mencari tempat berteduh.
“Hai lihat! Ada goa! Ayo kita berteduh di sana!” teriak Rohmat pada kedua temannya. Tak lama kemudian ketiga pemuda itu sudah berada di dalam gua yang sangat gelap. Mereka tidak bisa melihat apapun di sekelilingnya, seakan-akan mata mereka buta karena sangat gelapnya gua itu.
“Rohmat! Kamu di mana?” teriak Romli.
“Aku di sini! Kamu di mana? Mana Rosyid?” Tanya Rohmat.
“Aku di sini bersama Romli” kata Rosyid.
“Kita jangan berpencar!” pinta Rohmat.
“Iya! Kita harus tetap bersama” kata keduanya. Mereka berjalan perlahan-lahan, tiba-tiba mereka menginjak benda–benda halus, licin seperti kerikil.
“Hai! Kakiku menginjak sesuatu” kata salah satu diantara mereka.
“Aku juga. Benda apa ini?” sahut yang lain.
“Seperti batu kerikil tapi terasa lebih halus” kata yang lain lagi. Bersamaan dengan itu mereka dikejutkan oleh suara yang menggema, sehingga terdengar jelas keseluruh ruangan goa.
“Siapa yang mengambil benda itu, akan menyesal”.
“Siapa yang tidak mengambil juga akan menyesal”. Dengan penuh konsentrasi mereka mendengarkan suara gaib tersebut. Berulang-ulang suara itu terdengar dan akhirnya lama kelamaan menghilang.
Rohmat, Rosyid dan Romli mengernyitkan dahi memikirkan apa arti suara gaib itu. “Apakah yang akan diambil? Ada apakah di dalam gua ini?” begitu pikir mereka. Tetapi yang mereka rasakan hanyalah kerikil-kerikil kecil yang mereka injak.
Rohmat berkata dalam hati ”Kalau aku ambil, aku akan menyesal, kalau tidak aku juga menyesal.. Ah.. ambil saja yang banyak”. Rohmat memenuhi semua kantong baju dan celananya dengan benda itu.
Sementara Rosyid berpikir, “Kalau aku ambil aku akan menyesal, kalau tidak, aku juga akan menyesal… Hmm aku akan ambil segenggam sajalah”.
Sedangkan Romli berpendapat lain “Ambil akan menyesal, tidak ambil juga akan menyesal, sama-sama menyesal, lebih baik aku tidak ambil saja”. Ketiga pemuda itu diam membisu, mereka sangat ketakutan.
“Romli! Rosyid! Kenapa tiba-tiba aku menjadi takut?” kata Rohmat.
“Aku juga!” kata keduanya serempak.
“Bagaimana kalau kita lari keluar!” ajak Rohmat.
“Aku setuju. Lebih baik kehujanan daripada kita mati ketakutan di dalam goa!” kata Rosyid.
“Tunggu apa lagi! Ayo kita lari sekarang!..” kata Romli.
Ketiga pemuda itu berlari keluar dari goa. Tanpa terasa mereka berlari terus, menjauh dari goa. Dengan nafas terengah-engah, mereka berhenti dan tanpa disadari hujan pun sebenarnya telah reda. Mereka pun teringat pada benda-benda yang mereka ambil dari dalam goa. Mereka ingin melihat benda apa sebenarnya yang telah mereka ambil. Betapa terperanjat mereka demi melihat yang mereka ambil dari dalam goa, ternyata butiran-butiran berlian!

“MasyaAllah.. Ini berlian!” teriak mereka. Rohmat yang seluruh kantong baju dan celananya penuh dengan berlian merasa menyesal, “Waduuuh.! kalau saja aku tahu ini berlian! Aku akan ambil yang lebih banyak lagi. Bila perlu aku buka bajuku untuk mengantongi berlian ini sebanyak-banyaknya!”. Rosyid juga sangat menyesal karena hanya mengambil segenggam. Romli tubuhnya lemas demi melihat kedua temannya memeiliki berlian sedangkan dia tidak memiliki apa-apa, ”Oooooh..! kenapa aku tadi tidak mau ambil barang sedikit pun…!”. Akhirnya Romli pingsan dengan sejuta penyesalan dalam hatinya.
Setelah Romli mulai siuman, ketiganya berunding dan sepakat untuk kembali ke tempat goa itu berada. Romli mengosongkan isi tasnya, diikuti oleh kedua temannya, dengan harapan jika sampai di dalam goa nanti mereka akan mengambil berlian sebanyak-banyaknya. Tapi setelah sampai di mulut goa, mereka sangat terkejut karena mulut goa sudah tertutup oleh sebuah batu besar. Mereka berusaha untuk membukanya, tetapi sia-sia karena goa sudah tertutup rapat dan tidak dapat dibuka lagi. Akhirnya mereka pulang dengan keadaan menyesal karena tidak memperoleh berlian yang lebih banyak lagi.
Demikian itulah gambaran pengamalan manusia di dunia dan buah dari pengamalan itu yang kelak akan diperoleh di akherat. Berlian itu menggambarkan amalan-amalan baik. Dimana semua manusia pada hari pembalasan akan menyesal demi melihat pahala yang diberikan oleh Allah begitu banyak. Yang beramal banyak akan menyesal, kenapa tidak beramal lebih banyak lagi. Yang beramal sedikit juga menyesal kenapa hanya beramal sedikit. Apalagi yang tidak beramal, akan menjadi penyesalan yang tiada habisnya. Goa menggambarkan dunia. Dimana belum bisa dibedakan antara orang yang beramal banyak, sedikit maupun yang tidak beramal, sebab balasannya belum kelihatan. Sedangkan goa yang sudah tetutup adalah gambaran dari kematian. Jika kematian sudah tiba, penyesalan datang. Namun penyesalan tinggal penyesalan, yang sudah mati tidak akan bisa kembali ke dunia lagi.
Rasulullah SAW telah bersabda: “Setiap orang yang telah mati pasti akan menyesal. Sahabat bertanya, “Mengapa dia menyesal wahai Rasulallah?” Rasulullah menjawab, “Jika dia orang yang beramal baik, akan menyesal mengapa tidak menambah amal kebaikannya (sewaktu hidup di dunia). Jika dia orang yang beramal jelek, akan menyesal mengapa tidak bertaubat dan memperbaiki amal jeleknya (sewaktu hidup di dunia). HR. Tirmidzi dan Baihaqi.
Selagi Allah masih memberikan umur kepada kita, marilah kita penuhi dengan amalan-amalan yang baik. Jangan sampai menjadi golongan orang-orang yang menyesal di kemudian hari/***

[ Ust.H. Dave Ariant Yusuf ]

BERSYUKURLAH DENGAN KEHIDUPAN

Mas Tom


Hidup adalah pilihan. Kita bisa diam saja di rumah, bermalas-malasan, menyiapkan seribu alasan untuk tidak aktif di berbagai kegiatan, menyalahkan kondisi, bergantung pada orang lain, menjadi beban bagi orang lain, berputus asa dari berbagai ujian hidup yang kita jalani, mengharapkan keajaiban datang. Kita boleh memilih itu semua, tapi itu adalah pilihan orang yang tidak bersyukur kepada Alloh.
Pilihan orang bersyukur adalah, proaktif, selalu mencari alternatif dan ide-ide baru, selesai satu pekerjaan beralih ke pekerjaan lainnya, selalu ingin berprestasi dan memberi yang terbaik, keberadaannya selalu ingin memberi manfaat, selalu ingin punya kader yang berilmu dan berkualitas.
Orang yang bersyukur nikmat hidupnya akan selalu ditambah oleh Sang Maha Pemberi. bersyukurlah...

TERCUKUPI SEMUA KEBUTUHAN LANCAR SEGALA URUSAN (3)

Mas Tom

Berdoa di Pagi Hari dan Bersedekahlah

Di pagi hari kita membiasakan diri untuk mempersiapkan diri dalam melakukan aktivitas selanjutnya, yang sekolah ya sekolah yang kerja ya kerja, sehingga tidak jarang kesibukan sangat padat di pagi hari, memang sudah menjadi ayat bahwa Allah menjadikan siang untuk mencari nafkah.

Tapi tahukan anda ada dua malaikat yang selalu berkeliling di pagi hari yang mendoakan orang orang tertentu, seperti apakah orang itu? perhatikan dalil berikut :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi pada setiap harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya memohon: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.’ Dan satu lagi memohon: ‘Ya Allah, musnahkanlah harta si bakhil.” (HR. Bukhari).

Dari dalil diatas kita bisa tahu bahwa memulai pagi hari dengan segala aktivitas kita jangan lupa untuk bersedekah, dan yang dimaksud pelit dalam hal ini adalah orang orang yang menyimpan kebaikan hartanya, padahal dengan sedekah harta kita semakin bersih dan bisa kita jumpai pahalanya diakhirat. Perhatikan dalil berikut :

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT adalah serupa dengan SEBUTIR BENIH yang menumbuhkan 7 BULIR. Pada tiap bulir SERATUS BIJI. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki dan Allah maha luas (karunia-nya) lagi maha mengetahui. (QS Al Baqarah 261).

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. ( Q.S. Al Baqarah 195)

Nah jadi jangan pelit pelit untuk sedekah, karena sedekah bisa menghindari kita dari bala’ dan cobaan yang jelek, dengan sedekah rezeki kita semakin banyak dan barokah, dengan sedekah kita bisa membantu orang dan memutarkan perekonomian lebih cepat, dengan sedekah kita bisa menjadi orang yang dicintai oleh Allah. Banyak kebarokahan yang kita dapat dari memberikan sedekah. (Harun/Lines Lampung)

RUMUS KEBERUNTUNGAN

Mas Tom

Ingatlah dua perkara dan Lupakanlah dua perkara,, niscaya kita akan tergolong orang yang beruntung.

INGATLAH 2 PERKARA:
1.INGAT ALLAH DAN
2.INGAT KEMATIAN

LUPAKANLAH 2 PERKARA:
1.LUPAKAN KEBAIKAN KITA PADA ORANG LAIN DAN
2.LUPAKANLAH KEJELEKAN MEREKA TERHADAP KITA

بارك الله لي و لكم

TERCUKUPI SEMUA KEBUTUHAN LANCAR SEGALA URUSAN (2)

Mas Tom

Surat Al Waqi’ah dalam Al Qur’an terletak pada juz ke 27, surat ke 56 dan terdiri dari 96 ayat.

Pokok-pokok isinya surat ini yaitu:
- keimanan
- gambaran peristiwa kiamat
- gambaran tentang surga dan neraka

Surat Al Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin. Beberapa fadilah surat Al Waqi’ah antara lain:

1. Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.

2. Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.

3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (ra) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (ra) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.

4 Imam Ja’far Ash-Shadiq (ra) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat Al waqi'ah.

5. Imam Muhammad Al-Baqir (ra) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.

6. Ibn Mardawaih daripada Anas: Kasyf al-Khafa, bahwa Rasulullah saw bersabda “Surah al-Waqiah adalah surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu.”

7. Riwayat daripada Ibn Mas‘ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir, bahwa Rasulullah saw bersabda “Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada setiap malam ia tidak akan ditimpa kefakiran.”

8. “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)

9. Berkata Masruq: “Siapa ingin mengetahui cerita orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian, serta cerita ahli surga dan ahli neraka, penduduk dunia dan akhirat, maka bacalah surat Al-Waqi’ah”. (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269)

10.Dengan mewiridkan surat Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, maka Allah menjauhkan kefakiran selamanya. Sa’d Al Mufti mengatakan, bahwa hadist ini shahih.

بارك اللّه لي و لكم

TERCUKUPI SEMUA KEBUTUHAN LANCAR SEGALA URUSAN (1)

Mas Tom

Kita sebagai umat Islam harus sangat bersyukur karena Nabi Muhammad SAW telah meneladani umatnya dengan beberapa amalan ibadah yang sangat mudah dilaksanakan namun hasilnya bisa membawa kebaikan dunia akhirat.

Sholat Dhuha merupakan amalan yang sunnah, sholat sunnah yang bisa dilaksanakan 2 rakaat, 4 rakaat atau lebih banyak sekehendak hati kita itu memiliki kefadholan yang besar, yakni apabila kita melaksanakan sholat dhuha pahalanya setara dengan berbagai amalan baik seperti berpuasa, haji, membaca tasbih dan tahmid.

Dan yang paling Istimewa dari keutamaanya sholat dhuha adalah Allah berjanji mencukupi keperluan orang yang mengamalkan pada hari itu juga. Sebagaimana didalam Hadist Abi Daud No. 1286 dan 1289, Kitabu Sholah

حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ، أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ وَاصِلٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ، عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدُّؤَلِيِّ، قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: «يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ، فَلَهُ بِكُلِّ صَلَاةٍ صَدَقَةٌ، وَصِيَامٍ صَدَقَةٌ، وَحَجٍّ صَدَقَةٌ، وَتَسْبِيحٍ صَدَقَةٌ، وَتَكْبِيرٍ صَدَقَةٌ، وَتَحْمِيدٍ صَدَقَةٌ» ، فَعَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذِهِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، ثُمَّ قَالَ: يُجْزِئُ أَحَدَكُمْ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَا الضُّحَى1286

Yang artinya: …. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pagi hari setiap gerak kamu sekalian adalah shodakoh, setiap shalat adalah shodakoh, dan puasa adalah shodakoh, dan haji adalah shodakoh, dan membaca tasbih, dan membaca takbir dan tahmid adalah shodakoh. Maka Raulullah s.a.w. menambahkan: dari semua amal sholih ini, kemudian Nabi bersabda: “Membandingi kalian dari semua amal tersebut dua rakaat waktu dhuha”. (Hadist Abi Daud No. 1286 Kitabu Sholah)

حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ أَبِي شَجَرَةَ، عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ [ص:28] اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَا ابْنَ آدَمَ، لَا تُعْجِزْنِي مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِي أَوَّلِ نَهَارِكَ، أَكْفِكَ آخِرَهُ1289
Yang artinya: ….Nuaim bin Hamar meriwayatkan: Saya mendengar rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah berfirman: Wahai Anak Adam, janganlah kalian mengalahkan padaKu dari empat rakaat dalam awal siang, Aku akan mencukupi kalian pada hari itu”. (Hadist Abi Daud No. 1289 Kitabu Sholah)

Nah, jika ingin lancar dalam segala urusan dunia maupun akhirat dan dicukupi kebutuhannya setiap hari, maka kita harus membiasakan Sholat Dhuha setiap pagi atau awal siang hari.

3 "SAAT" KEBAHAGIAAN ORANG IMAN DI DUNIA

Mas Tom

Kebahagiaan orang iman di jumpai dalam tiga hal, jika dalam menjalankan tiga hal itu dia tidak merasakan kebahagiaan  maka perlu di koreksi keimanannya.

1. Saat Sholat
2. Saat Dzikir/Doa
3. Saat Membaca Al Quran

6 TABIAT LUHUR DALAM ISLAM

Mas Tom

1. Rukun

berarti dalam kehidupan keluarga/bermasyarakat diantaranya mempunyai

ciri-ciri/sifat sebagai berikut :
- Tidak punya unek-unek jelek, dengki, iri hati kepada sesama.
- Saling mengasihi, saling memaafkan, bantu membantu dan tolong menolong dalam kebaikan, kuat memperkuat dan saling mendoakan yang baik.
- Kalau bertemu diusahakan dengan penampilan wajah ceria.
Perilaku rukun ini sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :

تَرَى اْلمُؤْمِنِيْنَ فِى تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ اِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى *رواه البخارى

“Engkau (Muhammad) melihat orang-orang iman didalam saling menyayangi, saling menyenangi, dan saling mengasihinya mereka sebagaimana sekujur tubuh, ketika salah satu anggotanya sakit maka seluruh tubuhnya ikut merasakan sakit, yaitu dengan tidak bisa tidur dan demam / panas dingin.”

2. Kompak

berarti perilaku yang dipraktekkan dalam kehidupan keluarga / bermasyarakat diantaranya dalam kegiatan-kegiatan yang telah disepakati dikerjakan bersama-sama dengan giat, senang, gembira, seia sekata, sehingga digambarkan yang satu terhadap yang lainnya, sebagaimana bangunan satu yang komponennya saling memperkuat.
Kekompakan ini sebagaimana disabdakan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا * رواه البخارى

Orang iman terhadap orang iman yang lain sebagaimana bangunan yang bagian-bagiannya saling memperkuat.”

3. Kerjasama yang baik

berarti dalam kehidupan sehari-hari dapat saling peduli, saling mendukung, saling melancarkan, tidak jegal menjegal, tidak jatuh menjatuhkan, tidak rugi merugikan dan tidak fitnah menfitnah.
Kerja sama yang baik ini sebagaimana firman Alloh dalam Al-Qur`an:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى اْلبِرِّ وَالتَّقْوى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَاْلعُدْوَانِ … الأية * سورة المائدة ٢

Dan tolong menolonglah kalian atas kebaikan dan ketaqwaan dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan . . .”

4. Jujur

berarti dalam kehidupan sehari-hari secara individu selalu berkata yang benar, tidak dusta, tidak menipu, dan berbicara apa adanya.
Tabiat jujur ini sebagaimana Firman Alloh dalam Al-Qur`an :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ أمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ * سورة التوبة ١١٩

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Alloh dan hendaklah kalian berada bersama orang-orang yang jujur.”

5. Amanah

berarti dalam kehidupan sehari-hari secara individu orang tersebut bisa dipercaya dan menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya, tidak berkhianat (tidak merusak kepercayaan) dan menyampaikan barang yang benar/haq kepada yang berhak menerimanya.
Perilaku ini diperkuat oleh firman Alloh dalam Al-Qur`an :

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا اْلأَمَانَاتِ إِلى أَهْلِيهَا … الأية * سورة النساء ٥٨

Sesungguhnya Alloh memerintah kepada kalian untuk mendatangkan/menyampaikan amanat-amanat kepada ahlinya . . .”

Sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam :

أَدِّ اْلأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ * رواه الترمذى

“Sampaikanlah amanat pada orang yang mempercayaimu, dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu (jangan membalas dengan kejahatan).”

6. Mujhid-muzhid

Seseorang dapat dikatakan hidupnya mujhid, apabila dalam kehidupan sehari-hari kerjanya giat, semangat dan berhasil serta kurup sesuai dengan kerja tersebut. Selanjutnya seseorang dapat dikatakan muzhid, apabila dalam kehidupan sehari-harinya mengatur penghasilannya dengan pola hidup hemat, gemi, tidak boros dan dapat mengukur antara kemauan dengan kemampuannya.
Sebagaimana sabda Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wasallam :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُزْهِدُ الْمُجْهِدُ * رواه أحمد

“Sungguh beruntung orang yang tirakat (hidup hemat) dan mempersungguh (bekerja giat).”

Selasa, 14 Maret 2017

8 PINTU SURGA MENUNGGUMU

Mas Tom

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا عَلَى مَنْ دُعِىَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ « نَعَمْ . وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »
Ketika mendengar hadits ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (HR. Bukhari no. 1897, 3666 dan Muslim no. 1027)

(1) Pintu Shalat
(2) Pintu Sedekah
(3) Pintu Jihad
(4) Pintu Ar-Royyan/ Ahli Puasa
(5) Pintu Haji
(6) Pintu Al-Ayman
(7) Pintu Al-Kadhimina Al-Ghaidha wa Al-Afina ‘an An-Naas
(8) Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.

3 INTISARI PENYEBAB MASUK SURGA

Mas Tom

Amalan Penyebab Masuk Surga
Assalamualaikum Wr Wb

Dalam tulisan terdahulu, ada 3 kunci untuk membuka pintunya SURGA ,yaitu

1.Mencari ilmu agama(Quran dan Hadis)
2.Mengamalkan ilmu nya
3.Membela agama/Jihad fisabilillah

Setelah kita punya ketiga KUNCI SURGA diatas, marilah sekarang kita
membahas Amalan-amalan yang menyebabkan kita bisa melenggang masuk ke dalam Surga, setelah pintu-pintunya kita buka dengan 3 Kunci diatas.

1. Perhatikan ayat ayat Alquran yang menerangkan amalan-amalan orang iman agar bisa menghuni SURGA FIRDAUS.(Almu’min : 1-11)

“Qod’ af-lakhal mu’minun.Alladhina hum fisolatihim khosiun.walladhinahum anillaghwi mu’ridun.walladhinahum lizzakati failun.walladhinahum lifurujihimkhafidhun.walladhinahum liamanatihim wa-ahdihim ro-un.walladhinahum ala solatihim yukhafidhun.ula-ika humul warisun.Alladhina yarisunal firdaus.hum fiha kholidun ”

Artinya:
“Sungguh beruntung bagi orang-orang Iman.Yaitu: Orang-orang yang khusuk solatnya.dan orang orang yang berpaling dari ‘Lahan'(segala sesuatu yang tidak ada manfaatnya).
Dan orang-orang yang mendatangkan pada zakat.dan orang-orang yang menjaga pada ‘farji'(tidak bersetubuh dengan orang yang bukan istri atau suaminya).dan orang-orang yang menetapi pada amanat dan janji mereka.dan orang-orang yang menjaga pada waktunya sholat. Mereka itu adalah orang-orang yang mewaris.yaitu mewarisi Surga Firdaus.Mereka didalam Surga kekal abadi ”

2. Sabda Rosul SAW dalam HR.AbuDawud :
“Barang siapa yang membaca kalimat ini ,wajib masuk surga”
Ini kalimatnya:

“Roditu billahi robba wabil-islami dina wabimukhammadin sollallohu alaihi wasallam rosula ”

3. Sabda Rosul SAW dalam HR.Tirmidhi ;
“Tidak ada seorang yang membaca kalimat ini waktu sore,kemudian dia mati sebelum pagi KECUALI dia wajib masuk Surga. Dan tidak ada seseorang yang membaca kalimat ini waktu pagi,kemudian dia mati sebelum sore KECUALI Dia wajib masuk surga ”

Ini kalimatnya:
“Allohumma anta robbi la ilaha illalloha illa -anta kholaq tani wa-ana abduka wa-ana ala ahdika wawa’dika mastato’tu. Audhubika min sarrima sona’tu wa-abu-u ilaika bini’matika alayya wa-a’tarifu bidhunubi faghfirli dhunubi -innahu la yaghfirudh dhunuba illa anta ”

4. Firman Alloh dalam Bani isroil : 79
“Waminallaili fatahajjad’ bihi nafilatallaka- asa -ayyab-asaka robbuka maqoman mahmuda”

Artinya:
“Dan dimalam hari ,solat tahajut lah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu. Pasti Tuhanmu akan mengangkat kamu ketempat yang terpuji (surga)”

5. Rosul bersabda dalam HR.Tirmidhi :
“Maukah aku tunjukkan pada pintu yang ada di Surga?bacalah: ‘lakhaula wala kuwwata illa billah ”

6. Rosul bersabda dalam HR.Tirmidhi :
“Barang siapa yang solat dukha 12 rokaat,maka akan dibangunkan oleh Alloh rumah emas didalam Surga”

7. Rosul SAW bersabda dalam HR.Muslim :
“Tidak ada bagi orang islam yang solat sunnah 12 rokaat setiap hari,KECUALI akan dibangunkan rumah di Surga”

Kalau kita punya rumah di Surga, berarti kita pasti masuk Surga.
Praktek sholat sunnah 12 rokaat tersebut adalah:
-4 rokaat sebelum sholat Dhuhur
-2 rokaat setelah sholat Dhuhur
-2 rokaat sesudah sholat magrib
-2 rokaat sesudah sholat isa’
-2 rokaat sebelum sholat subuh

8. Rosul SAW bersabda dalam HR.tirmidhi :
“Man kola subhanallohil-adhimi wabikhamdih ghurisat nakhlatun filjannah”

Artinya:
“Barang siapa membaca: subkhanallohil-adhimi wabikhamdihi, maka akan ditanamkan pohon korma di Surga ”

Bayangkan jika kita setiap hari membaca kalimat diatas 10 x aja,maka berarti kita sama dengan membeli kebun korma di Surga.berapa ribu pohon korma yang kita tanam jika kita amalkan rutin sampai setahun ???
Alangkah kayanya kita disana nanti !!

9. Dalam sebuah kotbah jumat, Rosul SAW bersabda :
“Alqur anu safiun musaffaun wamakhilun musoddaqun.man ja-alahu amamahu qodahu ilal jannah…”

Artinya:
“Alqur an adalah penolong yang diberi ijin untuk menolong,dan pelapor yang dibenarkan(oleh Alloh).barang siapa yang menjadikan Quran di depan nya,maka Quran akan menuntun nya ke Surga”

Maksud menjadikan Quran didepan adalah:selalu membaca dan mengamalkan isi Quran dalam kehidupan sehari hari.

10. Firman Alloh dalam Azzukhruf : 73
“Watilkaljannatullati uristumuha bima kuntum ta’malun”

Artinya:
“Demikian itu Surga diwariskan bagi orang yang mau mengamalkan ilmunya
(Ilmu agama/Quran dan Hadis)”

Insaalloh sekian dulu pertemuan kita.jika ada yang kurang berkenan ,kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Alkhamdulillah jazakumullohu khoiro.
Wassalamualaikum Wr Wb.

Selasa, 07 Maret 2017

PENGAMALAN RUTIN 13

Mas Tom

1. Laa Ilaaha Illalloohu Wahdahu Laa Syariika Lah(u), Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa ‘Alaa Kulli Sya-ing Qodiir(un).

Artinya: Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Keutamaannya: Rosululloh Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Barangsiapa yang membaca do’a ini, 100 X dalam sehari, maka (pahalanya), seperti memerdekakan 10 orang budak, ditulis 100 kebaikan, dihapus 100 kejelekannya, dijaga dari syetan pada hari itu sejak pagi hari sampai sore hari, dan tidak ada yang lebih afdhol dari orang tersebut kecuali orang yang lebih banyak lagi membacanya”. (HR. Bukhori).

2. Sube’haanalloohi Wabihamdih(i).

Artinya: Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya.

Keutamaannya: Rosululloh Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Barangsiapa yang membaca kalimat ini 100 X dalam sehari, maka dosa-dosanya dihapus meskipun banyaknya seperti buih lautan (HR. Bukhori).

3. Sube’haanalloohil ‘Adhziim(i),Sube’haanalloohi Wabihamdih(i).

Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya.

Keutamaannya: Nabi Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Dua kalimat ini, adalah dua kalimat yang sangat disenangi Alloh Yang Maha Pengasih, diucapkannya ringan, tapi bisa memberatkan timbangan amal. (HR. Bukhori).

4. Laa Ilaaha Illallooh(u), Walloohu Akbar(u), Walaa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah(i)

Artinya: Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, dan tidak ada upadaya dan kekuatan kecuali dengan Allah.

Keutamaannya: Nabi Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Tidak ada seseorang di atas bumi yang membaca kalimat ini kecuali dosanya dihapus meskipun banyaknya seperti buih lautan”. (HR. Tirmidzi).

5. Astaghfirulloohalladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyal Qoyyuuma Wa Atuubu Ilaih(i).

Artinya: Aku mohon ampun kepada Alloh, Yang tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Hidup lagi Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.

Keutamaannya: Rosululloh Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Barangsiapa yang membaca kalimat ini, dosanya dihapus sekalipun (dosa yang disebabkan karena) dia lari dari perang”. (HR. Abu Daud).

6. Rodhiitu Billaahi Robbaa, Wabil Islaami Diinaa, Wabi Muhammadding Shollalloohu ‘Alaihi Wasallama Rosuulaa.

Artinya: Aku ridho/senang dengan Allah sebagai Tuhan, dan dengan Islam sebagai agama, dan dengan Muhammad Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam sebagai rosul/utusan.

Keutamaannya: Nabi Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Barangsiapa yang membaca kalimat ini, maka dia wajib masuk surga”. (HR. Abu Daud).

7. Sube’haanakalloohumma Wabi Hamdik(a), Asyhadu Allaa Ilaaha Illaa Anta, Astaghfiruka Wa Atuubu Ilaik(a)

Artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau, aku mohon ampunan kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu.

Keutamaannya: Rosululloh Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Barangsiapa yang duduk, ditempat duduknya itu dia banyak lahan (ucapan atau perbuatan yang percuma) lantas dia membaca do’a ini sebelum berdiri dari tempat duduknya, maka dosa-dosa yang terjadi selama dia duduk ditempat tersebut, diampuni semua”. (HR. Tirmidzi).

8. Robbighfirlii Watube’ ‘Alayya Innaka Antat Tawwaabur Rohiim(u).

Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku, dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Keutamaannya: Ibnu Umar, berkata: “Sesungguhnya kami pernah menghitung sekali Nabi Muhammad Shollalloohu Alaihi Wasallam, duduk, selalu membaca do’a ini sebanyak 100 X (HR. Abu Daud).

9. Bismillaahil Ladzii Laa Yadhurru Ma’asmihi Syai-ung Fil-ardhi Walaa Fis Samaa-‘(i), Wahuwas Samii-‘ul ‘Aliim(u).

Artinya: Dengan nama Allah, yaitu Yang bersama nama-Nya, maka tidak ada sesuatu di dalam bumi dan tidak ada sesuatu di dalam langit yang dapat membinasakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Keutamaannya: Nabi Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Manakala seorang hamba setiap pagi hari dan sore hari membaca do’a ini, maka ia tidak akan bisa dimudhorot/dibinasakan oleh sesuatu”. (HR. Tirmidzi).

10. Alloohumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqo’tanii Wa Ana ‘Abe’duka Wa Ana ‘Alaa ‘Ahdika Wawa’dika Mastatho’tu, A’uudzu Bika Ming Syarri Maa Shona’tu Wa Abuu-u Ilaika Bini’matika ‘Alayya Wa A’tarifu Bidzuunubii Farghfir Lii Dzunuubii Innahu Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illaa Anta.

Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku, Tidak ada Tuhan kecuali Engkau, yang telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku menetapi janji-Mu dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung dengan-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat, dan aku kembali kepada-Mu sebab nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dengan dosa-dosaku, maka mengampunilah padaku terhadap dosa-dosaku. Bahwa tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Keutamaannya: Nabi Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “Manakala pada sore hari seseorang membaca kalimat ini, ternyata sebelum pagi hari ia mati, maka ia wajib masuk surga. Dan Manakala pada pagi hari seseorang membaca kalimat ini, ternyata sebelum sore hari ia mati, maka ia wajib masuk surga”. (HR. Tirmidzi).

11. Laa Ilaaha Illalloohul ‘Aliyyul Haliim(u), Laa Ilaaha Illaalloohu Robbul ‘Arsyil ‘Adhziim(i), Laa Ilaaha Illaalloohu Robbus Samaawaati Wal Ardh(i), Warobbul ‘Arsyil Kariim(i).

Artinya: Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Aris, Tidak ada Tuhan kecuali Allah, yaitu Tuhannya Arsy yang agung, tidak ada Tuhan kecuali Allah, yaitu Tuhannya beberapa langit dan bumi dan Tuhannya Arsy yang mulia.

Keutamaannya: Ibnu Abbas, berkata: “Sesungguhnya ketika Nabi Shollalloohu Alaihi Wasallam, sedang susah, beliau membaca kalimat ini”. (HR. Tirmidzi).




12. Sube’haanallooh(i) (dibaca 100 X), Al-hamdulillaah(i) (dibaca 100 X), Laa Ilaaha Illallooh(u) (dibaca 100 X), Alloohu Akbar(u) (dibaca 100 X)

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

Keutamaannya: Rosululloh Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda:

a. “Barangsiapa, pada waktu pagi hari membaca Tasbih 100 X, dan pada waktu sore harinya ia membaca Tasbih 100 X, maka pahalanya adalah seperti orang yang menunaikan ibadah haji sebanyak 100 X”.

b. “Barangsiapa, pada waktu pagi hari membaca Tahmid 100 X, dan sore harinya ia membaca Tahmid lagi 100 X, maka pahalanya adalah seperti menyerahkan !00 ekor kuda ke fii Sabiilillaahi (jalan/agama Alloh)”.

c. “Barangsiapa, pada waktu pagi hari membaca Tahlil 100 X, dan sore harinya membaca Tahlil lagi 100 X, maka pahalanya adalah seperti memerdekakan 100 orang budak dari keturunan Nabi Isma’il”.

d. “Barangsiapa, pada waktu pagi hari membaca Tabir 100 X, dan sore harinya membaca Takbir lagi 100 X, maka sudah tidak ada yang lebih pol lagi dari orang tersebut kecuali orang yang membaca Takbirnya lebih banyak lagi daripada orang tadi” (HR. Tirmidzi).

13. Al-hamdulillaahil Ladzii ‘Aafaanii Mimmaabe’talaaka Bihi Wafadh Dholanii ‘Alaa Katsiirim Mimman Kholaqo Tafdhiilaa(n).

Artinya: Segala puji bagi Allah, yaitu Yang telah menyehatkanku dari apa yang menimpamu, dan telah mengutamakan diriku dari kebanyakan makhluk yang engkau ciptakan.

Keutamaannya: Rosululloh Shollalloohu Alaihi Wasallam, bersabda: “ Barangsiapa yang melihat orang lain yang sedang mendapatkan cobaan, kemudian ia membaca kalimat ini, maka ia tidak akan pernah dicoba dengan cobaan seperti yang sedang menimpa orang tersebut”. (HR. Tirmidzi).

Senin, 06 Maret 2017

7 TANDA AHLI SURGA

Mas Tom

Ada 7 (tujuh)  tanda - tanda hamba Allah yang akan menjadi penduduk surga, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Addailami :

Ya'fu 'amman dholamahu : memaafkan terhadap orang yang menganiayanya

Yuhsinu ila man asa a ilaihi : berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek padanya

Yu'thi man haromahu : memberi (shodaqoh ) kepada orang yang tidak pernah memberi kepadanya

In u'thiya syakaro : bersyukur saat menerima pemberian

Inibtuliya shobaro : senantiasa sabar saat menerima cobaan

Inqola shodaqo : bila berkata benar ( jujur )

Yamsyi bainannasi kahayyin bainal amwaat : tidak terpengaruh terhadap bujuk rayu orang yang mengajak berbuat maksiat

Dan tentulah setiap hamba Allah SWT menginginkan untuk bisa menjadi penduduk surga yang kekal abadi tersebut. Bila ke tujuh tanda - tanda tersebut telah melekat dan menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim, maka patut berbahagialah dia .....

KEKUATAN EKONOMI ISLAM

Mas Tom

Telah ditegaskan di dalam system ekonomi Islam tentang dilarangnya riba dan penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh sang penjual. Islampun mengharamkan segala bentuk penipuan dan manipulasi yang diperbolehkan oleh kapitalisme dengan mengklaim adanya kebebasan kepemilikan.
Sistem ekonomi Islam pun telah melarang individu, perusahaan maupun institute untuk memiliki sesuatu yang menjadi kepemilikan umun, seperti tambang, minyak , energy listrik yang digunakan sebagai bahan bakar. Islam menjadikan suatu Negara sebagai penguasa sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariah.

Telah ditetapkan pula didalam system ekonomi Islam bahwa emas dan perak merupakan mata uang, dengan menggunakan kertas substitusi harus ditopang menggunakan emas dan perak, dengan memiliki nilai

yang sama dan dapat ditukar saat adanya permintaan. Dengan demikian uang kertas Negara tidak akan bisa di dominasi oleh mata uang Negara yang lainnya, begitupun sebaliknya uang mempunyai nilai instrinsik yang tetap dan tidak berubah pula. Di masa lalu seluruh Dunia terus saja menggunakan standart emas dan perak itu sebagai standart mata uang sampai sebelum terjadinya perang Dunia 1. saat penggunaan standart tersebut dihentikan maka sitem uang yang berlaku adalah system ung kertas yang didalam nya tidak ditopang jaminan emas dan perak.

Dengan demikian meskipun bukanlah Negara yang memilki mayoritas penduduk muslim tidak ada salah nya jika menggunakan dinar dan dirham atau emas dan perak sebagai standart mata uang. Karena system emas dan perak akan menjamin kestabilan moneter, tidak seperti uang kertas yang lebih cenderung membawa instabilitas ke dunia karena penambahan uang yang beredar secara cepat dan tiba-tiba.

Kemudian system emas dan perak dapat menciptakan keseimbangan neraca pembayaran antar Negara secara otomatis, dan berapapun kuantitasnya didalam satu Negara entah banyak maupun sedikit bias untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam pertukaran mata uang. Dan mempunyai kurs yang stabil antar Negara, dapat memelihara kekayaan emas dan perak yang dimiliki oleh Negara.

Rasanya tidak ada yang lebih sensitif dalam topik ekonomi selain pembahasan tentang uang. Dalam perekonomian saat ini pembahasan tentang uang masih tetap hangat, mulai dari perdebatan tentang kebijakan “uang ketat” vs “uang longgar”; tentang peran Bank Sentral; atau tentang versi uang yang sebenarnya apakah harus terbuat dari emas ataukah bahan lain, dan lain sebagainya.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, uang dianggap sebagai salah satu komoditas yang dapat diperdagangkan, selain tentunya berfungsi sebagai alat tukar dan pengukuran nilai suatu barang atau jasa tertentu. Layaknya barang komoditas, uang, dalam sistem kapitalis, memiliki sebuah harga. Sehingga, jika seseorang ingin meminjam uang dari orang yang lain, maka ia harus bersedia membayar harga dari uang tersebut. Inilah yang kita kenal dengan interest atau bunga uang.

Dalam masa sekarang ini, bunga uang telah berkembang dan mengakar dalam bentuk hutang publik yang sangat besar jumlahnya, khususnya di Negara-negara berkembang dan miskin. Dan yang paling menikmati sistem ini adalah Negara-negara maju yang dengan mudah, karena bunga uang yang dibebankan kepada Negara-negara berkembang dan miskin, menjadi ujung aliran arus sumber daya alam dari Negara-negara berkembang dan miskin yang terbebani hutang tersebut. Akibatnya, Negara-negara miskin harus bekerja keras hanya untuk memberikan pendapatan mereka kepada Negara-negara kaya.

Konsep Uang dalam Islam

Uang dalam perekonomian Islam memiliki fungsi sebagai alat tukar dan pengukur nilai, tetapi tidak sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan. Hal ini karena uang dalam bentuk aslinya tidaklah memiliki harga sema sekali, selembar kertas atau sekeping logam. Uang baru akan bernilai jika sudah ditukarkan ke dalam bentuk asset yang riil atau untuk membayar jasa yang diterima oleh si pemilik uang.

Islam telah menutup seluruh pintu bagi masuknya riba atau bunga uang ke dalam sistem perekonomian yang adil. Dari Abu Said al-khudry RA, bahwa Rasulullah s.a.w pernah bersabda:

Janganlah kamu menjual emas dengan emas (mata uang) kecuali sama jumlahnya serta janganlah melebihkan sebahagiannya. Kemudian janganlah kamu menjual perak dengan perak kecuali sama jumlahnya serta jangan melebihkan sebahagiannya dan janganlah menjualnya dengan cara sebahagian secara tunai dan sebahagian lagi ditangguhkan.

(HR. Muslim)

Diriwayatkan oleh Abu Said Al Khudri bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:

Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, tepung dengan tepung, kurma dengan kurma, garam dengan garam, bayaran harus dari tangan ke tangan (cash). Barangsiapa memberi tambahan atau meminta tambahan, sesungguhnya ia telah berurusan dengan riba. Penerima dan pemberi sama-sama bersalah.

(H.R. Muslim).

Dengan hadits ini jelaslah bahwa Islam menutup benar-benar seluruh pintu yang dapat digunakan oleh pendukung bunga uang untuk masuk ke dalam sistem ekonomi. Dengan melarang pemberlakuan sifat komoditas pada uang, Islam jelas melarang adanya bentuk pengambilan bunga atas uang. Dan pada akhirnya, akan berujung pada penyelesaian masalah eksploitasi sumber daya alam tanpa batas dari Negara-negara maju kepada Negara-negara berkembang dan miskin, penyelesaian masalah inflasi, pengengguran, dan volatilitas nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang domestik.

SISTEM EKONOMI ISLAM

Pilar Sistem
Sistem alokasi melalui mekanisme pasar dengan pengawasan yang luas dan ketat (hisbah)

Islam mengakui dan menghormati mekanisme pasar sebagai instrument utama dalam alokasi dan distribusi sumber daya, yang terjadi atas dasar kerelaan (Q.S. 4: 29). Namun kekuatan pasar ini harus melewati filter moral terlebih dahulu sehingga permintaan (demand) dan penawaran (supply) pasar yang terbentuk akan konsisten dengan pencapaian tujuan-tujuan normatif.
Lebih jauh lagi, pembentukan harga dan transaksi dalam pasar mendapat pengawasan ketat agar menghasilkan pasar yang bebas distorsi. Dalam Islam, fungsi ini dijalankan oleh institusi hisbah.
Sistem kepemilikan pribadi, wakaf dan kepemilikan untuk barang-barang yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Secara umum, Islam mengizinkan menerima dan menghormati kepemilikan oleh individu, namun tidak secara absolut. Untuk barang dan jasa yang menguasai hajat hidup orang banyak (dharuri), Islam menetapkan adanya kepemilikan bersama. Dan dalam Islam, individu dapat memberikan hartanya untuk kepentingan sosial dan dikelola melalui usaha kolektif sukarela tanpa ada keterlibatan atau intervensi pemerintah (wakaf).

Atap Sistem

Sistem insentif moral dan material
Dorongan ekonomi dalam Islam harus berada dalam kerangka kepentingan sosial. Islam mendorong individu untuk mengejar kepentingan pribadi mereka didalam kerangka kepentingan sosial dimana terdapat konflik antara self-interest dan social-interest, dengan cara memberi perspektif jangka panjang bagi pribadi, menarik kepentingan pribadi melebihi jangka waktu dunia ke akhirat.
Sistem tujuan maqashid syariah
Tujuan utama syariah Islam adalah mewujudkan kemaslahatan manusia, yang terletak pada perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan kekayaan. Apa saja yang menjamin terlindungnya lima perkara ini berarti melindungi kepentingan umum (maslahah) dan dikehendaki.

Mispersepsi Terhadap Sistem Ekonomi Islam

      Sebagian pihak masih sering memandang ekonomi Islam secara skeptis. Ekonomi Islam tampil tidak untuk mengentaskan berbagai permasalahan ekonomi kontemporer, namun dipandang lebih dimotivasi oleh isu politik dan kultural dalam konteks menolak infiltrasi pemikiran Barat dalam masyarakat Islam. Karena lebih bernuansa politis-kultural itulah, maka ekonomi Islam dianggap tidak memenuhi koherensi, presisi, dan realisme dari kaidah-kaidah ilmiah.

Sejak awal kebangkitannya hingga kini, karakteristik fundamental ekonomi Islam hanyalah pelarangan riba, dan yang lainnya adalah zakat dan filter moral Islam untuk setiap pengambilan keputusan ekonomi. Karakteristik fundamental ekonomi Islam dianggap tidak realistik, kontradiktif, dan keliru yang bersumber dari dua kelemahan metodologis yaitu kegagalan mendervasikan hukum Tuhan pda kerangka ekonomi yang komprehensif dan keengganan melihat bukti-bukti sejarah.yang pada dasarnya ekonomi islam mempunyai cakupan yang sangat luas

Sistem ekonomi Islam memiliki kelebihan sebagai berikut:

1) Menjunjung Kebebasan Individu
Manusia mempunyai kebebasan untuk membuat suat fteputusan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuha nidupnya. Dengan kebebasan ini manusia dapat bebas mengoptimalkan potensinya. Kebebasan manusia dalam Islam didasarkan atas nilai-nilai tauhid suatu nilai yang membebaskan dari segala sesuatu kecuali Allah. Nilai tauhid inilah yang akan menjadikan manusia menjadi berani dan percaya diri.

2) Mengakui hak individu terhadap harta
Islam mengakui hak individu untuk memiliki harta. Hak pemilikan harta hanya diperoleh dengan cara-cara yang sesuai dengan ketentuan Islam. Islam mengatur kepemilikan harta didasarkan atas kemaslahatan sehingga keberadaan harta akan menimbulkan sikap saling menghargai dan menghormati. Hal ini terjadi karena bagi seorang muslim harta sekedartitipan Allah.

3) Ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar
Islam mengakui adanya ketidaksamaan ekonomi antar orang perorangan. Salah satu penghalang yang menjadikan banyaknya ketidakadilan bukan disebabkan karena Allah, tetapi ketidakadilan yang terjadi dikarenakan sistem—yang dibuat manusia sendiri—. Misalnya, masyarakat lebih hormat kepada orang yang mempunyai jabatan tinggi dan lebih banyak mempunyai harta, hingga masyarakat terkondisikan bahwa orang-orang yang mempunyai jabatan dan harta mempunyai kedudukan lebih tinggi dibanding yang lainnya. Akhirnya, sebagian orang yang tidak mempunyai harta dan jabatan merasa bahwa, "Allah itu tidak adil".

4) jaminan sosial
Setiap individu mempunyai hak untuk hidup dalam sebuah negara: dan setiap warga negara dijamin untuk memperoleh kebutuhan pokoknya masing-masing. Memang menjadi tugas dan tanggungjawab utama bagi sebuah negara untuk menjamin setiap negara, dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan prinsip “hak untuk hidup". Dalam sistem ekonomi Islam negara mempunyai tangj jawab untuk mengalokasikan sumberdaya alam guna meningkatkan kesejahteraan rakyat secara umum.

5) Distribusi kekayaan
Islam mencegah penumpukan kekayaan pada sekelompok kecil masyarakat dan menganjurkan distribusi kekayaan kepada semua lapisan masyarakat. Sumberdaya alam adalah hak manusia untuk dipergunakan manusia untuk kemaslahatannya, upaya ini tidak menjadi masalah bila tidak ada usaha untuk mengoptimalkan melalui ketentuan-ketentuan syariah.

6) Larangan menumpuk kekayaan
Sistem ekonomi Islam melarang individu mengumpulkan harta kekayaan secara berlebihan. Seorang muslim berkewajiban untuk mencegah dirinya dan masyarakat supaya tidak berlebihan dalam pemilikan harta. Seorang muslim dilarang beranggapan terlalu berlebihan terhadap harta sehingga menyebabkan ia mengunakan cara-cara yang tidak benar untuk mendapatkannya.

7) Kesejahteraan individu dan masyarakat
Islam mengakui kehidupan individu dan masyarakat saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Masyarakat akan menjadi aktor yang dominan dalam membentuk sikap individu sehingga karakter individu banyak dipengaruhi oleh karakter masyarakat. Demikian juga sebaliknya, tidak akan terbentuk karakter masyarakat khas tanpa keterlibatan dari individu-individu.

Kelemahan Sistem ekonomi Islam

Dominasi pemikiran ekonomi konvensional menjadikan ekonomi Islam belum mampu berkembang sebagaimana yang diharapkan. Padahal ekonomi Islam berisi tuntunan dan pedoman ideal yang mampu mengakomodir kebutuhan hidup manusia di dunia maupun di akhirat. Dengan jaminan mayoritas penduduk di negara muslim tentunya akan mampu menerima ekonomi Islam, tetapi perkembangan ekonomi Islam tidak semulus yang diharapkan walaupun bisa dikatakan hal tersebut sebagai fenomena umum sebagai suatu "sistem ekonomi baru" yang mau menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat yang telah lama menerima sistem ekonomi konvensional.
Secara global kelemahan system ekonomi Islam dapat dilihat dari beberapa factor sebagai berikut:

1) Lambatnya perkembangan literatur ekonomi Islam
Literatur ekonomi Islam yang sebagian besar berasal dari teks-teks arab mau tidak mau diakuinya mengalami perkembangan yang kurang signifikan. Sehingga menyebabkan munculnya dominasi literature ekonomi konvensional yang saat ini mempengaruhi masyarakat bahwa tidak ada ilmu ekonomi yang mampu menjawab masalah-masalah aktual kecuali ekonomi konvensional. Hal ini menjadikan justifikasi bagi masyarakat untuk mengesampingkan ide dari pengetahuan lain, seperti ekonomi Islam. Hal ini diakibatkan adanya hegemoni literature ekonomi konvensional terhadap ekonomi Islam, sehingga setiap prilaku kita tidak lepas dari pengaruh ekonomi konvensional.

2) Praktek ekonomi konvensional lebih dahulu dikenal

Praktek ekonomi konvensional lebih dahulu dikenal oleh masyarakat. Masyarakat bersentuhan langsung dengan konsep ekonomi konvensional, di berbagai bidang konsumsi, produksi, distribusi dan lainya. Sehingga pemahaman baru sulit dipaksakan dan diterima oleh masyarakat yang lebih dahulu beresntuhan dengan konsep ekonomi konvensional. Kita telah mengetahui ekonomi konvensiona merupakan kepanjangan dari system ekonomi kapitalis meskipun tidak sepenuhnya. Karena secara tersirat ekonomi konvensional juga mengadopsi system ekonomi sosialis. Di sinilah salah satu letak kelemahan system ekonomi Islam.

3) Tiada representasi ideal Negara yang menggunakan system ekonomi Islam

Di beberapa Negara yang menggunakan Islam sebagai pedoman dasar kenegaraanya ternyata belum mampu sepenuhnya mengelola system perekonomiannya secara professional. Bahkan banyak Negara-negara Islam di Timur Tengah yang tingkat kesejahteraanya kurang maju jika dibandingkan dengan Negara Eropa dan Amerika.

4) Pengetahuan sejarah pemikiran ekonomi Islam kurang

Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan pengetahuan Eropa tidak lepas dari peranan pengetahuan Islam. Masa transformasi pengetahuan yang terjadi pada abad pertengahan kurang dikenal oleh masyarakat. Hal ini yang menyebabkan timbulnya pemahaman bahwa pengetahuan lahir di daratan Eropa, apalagi berbagai informasi lebih mengarahkan pada pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh Eropa. Karenanya lebih mengenai Adam Smith, Robert Malthus, David Ricardo, JM Keynes dan sebagainya, dibandingkan dengan tokoh-tokoh ekonomi Islam seperti Abu Yusuf, Ibnu Ubaid, Ibnu Taimiyah
dan Ibnu Khaldun dan sebagainya.

Padahal mengetahui perkembangan sejarah pemikiran ekonomi akan menimbulkan kebanggaan masyarakat terhadap tokoh-tokoh ekonomi Islam. Secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi ketertarikan mereka terhadap pemikiran tokoh-tokoh ini.

5) Pendidikan masyarakat yang materialism's

Pengangguran di masyarakat bukan murni cerminan perilaku malas. Tetapi, pengangguran di sini lebih banyak disebabkan oleh dampak pemahaman masyarakat mengenai makna tentang jenis dan pendapatan/penghasilan usaha yang belum tepat. Sementara kita harus jujur mengakui ekonomi Islam masih belum berperanan maksimal dalam membantu mengangkat ekonomi kerakyatan. Sebagai contoh pedagang lebih mnyukai meminjam pada rentenir di banding pada BMT yang ada. Karena rentenir tidak memerlyukan persyaratan yang ‘ribet’, sementara BMT atau BPRS memerlukan segudang jaminan sebagai syarat peminjaman
Sebagai kesimpulan ekonomi Islam masih memiliki banyak kelemahan baik dari sumber daya manusia atau tenaga ahli. Hal ini berbeda dengan pesatnya perkembangan ekonomi kapitalis mau tidak mau kita harus mengakuinya.

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Caklek| Jalen